Rabu, 24 April 2013

Cara Menggunakan Array Pada Bahasa Pemrograman C

Yuks mari kita belajar bahasa pemrograman C lagi tentunya bersama PintarCoding.com, pada artikel kali ini akan membahas mengenai array yang dalam bahasa indonesianya disebut dengan Larik. Sebelum berkenalan lebih jauh dengan array, mari kita lihat definisinya terlebih dahulu, definisi dari Array itu sendiri menurut Pak Jogiyanto di bukunya adalah kumpulan nilai-nilai data bertipe sama dalam urutan tertentu yang menggunakan sebuah nama yang sama. Bahasa Geolnya dan singkatnya ya, variable yang menyimpan lebih dari satu data yang menggunakan tipe yang sama, misal variable array yang bertipe buah-buah akan menyimpan, buah durian, buah mangga, buah kedondong, dan lain-lain, mungkin seperti itu.


Ayo kita liat bersama-sama bagaimana cara penggunaan array.

1. Cara Deklarasi

Pertama kita bahas tentang cara deklarasi, hampir mirip dengan pendeklarasian sebelumnya yang pernah dibahas pada pembahasan variable sebelumnya, berikut contohnya:
integer : int x[5];
float   : float x[5];
char    : char x[5];

2. Cara Pengisian Data Pada Array

Ada beberapa cara pengisian data pada array, yang pertama diisi bersamaan saat deklarasi, yang kedua di isi setelah dideklarasi.

2.a Pengisian saat deklarasi

Untuk menjadikan data yang berbentuk array digunakan tanda kurung kurawal untuk mengapitnya dan tanda koma sebagai pemisah dari setiap data dalam array.
integer : int x[5] = {1, 2, 3, 4, 5};
float   : float x[5] = {1.1, 1.2, 1.3, 1.4, 1.5};
char    : char x[5] = {'a', 'b', 'c', 'd', 'e'};

2.b Pengisian setelah deklarasi

Pengisian setelah deklarasi bisa dibagi lagi menjadi dua, pertama pengisian secara sekaligus yang hampir mirip dengan penulisan diatas, cara penulisan ini harus sesuai dengan jumlah array yang diinisialisasikan, dalam hal ini jumlahnya diasumsikan 5, sehingga semua elemennya berjumlah 5 :
integer : x = {1, 2, 3, 4, 5};
float   : x = {1.1, 1.2, 1.3, 1.4, 1.5};
char    : x = {'a', 'b', 'c', 'd', 'e'};
Yang kedua mengisi secara langsung ke index dari array. Oohh... iya, istilah "index" disini berperan sebagai penanda dari letak urutan pada array, perhatikan contoh berikut :
integer : x[2] = 3;
float   : x[2] = 1.3;
char    : x[2] = 'c';
Dalam contoh diatas index disini adalah 2, yaitu angka yang diapit oleh kurung kotak setelah variable x, apa bedanya penulisan ini dengan penginisialisasian?... Jika dalam penginisialisasian yang diawali denga tipe data, angka 2 ini akan menjadi jumlah data yang bisa ditampung, kapasitas dari variable x, sedangkan jika langsung ditulis seperti diatas maka angka 2 tersebut mengacu pada letak posisi yang akan digunakan... bingung???... Ya aku juga bingung sebenarnya nulis apa... oke... Kira-kira begini contohnya, dengan menginisialisasikan int x[5]; maka otomatis ini akan membentuk x dengan index ke 0 sampai 4, karena dalam bahasa pemrograman C index pada array dimulai dari 0 bukan dari 1. berikut gambar-nya :

3. Pemanggilan Array

Setelah mengetahui cara menginisialisasi dan mengisi data pada array, tentu kita butuh untuk memanggil data yang kita simpan pada array tersebut, disinilah peran penting dari index yang kita bingungi tadi... :) sama halnya saat pengisian pemanggilan juga dapat dituliskan dengan hal yang sama misalnya akan mencetak index ke 2, yang berarti posisi ke-3 karena gambar diatas... :) ya sebenarnya posisi dan index dapat disama ratakan jika asumsi awal posisi akan mulai dari 0, so berikut cara penulisannya :
integer : printf("ini index kedua %d", x[2]);
float   : printf("ini index kedua %f", x[2]);
char    : printf("ini index kedua %c", x[2]);
Oke sampai disini kita sudah membahas cara penggunaan array dalam bahasa pemrograman C, bagaimana cara penggunaannya dalam contoh kasus, misal kita mempunyai beberapa jumlah pohon mangga 10 misalnya, kemudian tahun ini pohon mangga tersebut berbuah dalam kilogram berdasarkan urutannya sebagai berikut {100, 90, 120, 110, 95, 90, 70, 85, 105, 60} dan kita ingin menjumlahkan total kilogram mangga yang dihasilkan pada tahun tersebut. tentu jika kita menginisialisasikannya dengan menggunakan x1 sampai dengan x10 akan sedikit mengalami kerepotan dalam menuliskannya. Dengan menggunakan array data tersebut dapat dituliskan dengan lebih sederhana berikut contohnya:
#include <stdio.h>

int main() {
    int pohon[10] = {100, 90, 120, 110, 95, 90, 70, 85, 105, 60};
    int total = 0, i = 0;

    for(i=0; i<10; i++) {
        total = total + pohon[i];
    }
    
    printf("total mangga tahun ini = %d\n", total);
    return 0;
}
Dengan cara diatas kita tidak perlu repot-repot lagi mengganti-ganti sourcode kia dalam menjumlahkan semua pohon jika pohon mangga kita berkembang menjadi 100 pohon. oke sekian dulu untuk pohon mangga, eh... maksudnya untuk belajar bahasa pemrograman C kali ini kita akan ketemu lagi berikut dengan matrix, bukan film tapi apa ya???... :)

Terima Kasih, Semoga Bermanfaat.

source :
Konsep Dasar Pmrograman Bahasa C, Prof. Dr. Jogiyanto HM, MBA, Akt. 1992

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar